Sabtu, September 04, 2010

Ilmiah

Insidens Keganasan Pada Pengidap HIV di Era Pemberian Obat Anti Retroviral

Artikel - Ilmiah

Globe-Pokdisus_thumbJurnal AIDS tahun 2009 volume 23 melaporkan tren keganasan pada penderita HIV di era pemberian obat anti retroviral (ARV). Tahun 1981 banyak laporan kasus keganasan pada pengidap virus defisiensi imunitas manusia (HIV) dan saat itu diperkirakan akan menjadi epidemi sekunder pada penderita HIV seperti sarkoma Kaposi, limfoma dan karsinoma serviks. Tahun 1996 yaitu era pemakaian obat antiretroviral agresif  (HAART: Highly Aggressive Antiretroviral Therapy), terjadi penurunan insidens keganasan terkait HIV ( AIDS defining carcinoma/ADC) tersebut hingga mencapai angka kematian hanya 1%. Namun kondisi menggembirakan ini diimbangi dengan munculnya keganasan yang tidak terkait dengan penyakit HIV (non AIDS defining carcinoma/NADC) yang meningkat sampai 13% di tahun 1996.

 

PDPAI Clinical Research Meeting 2010

Artikel - Ilmiah

pdpaiPerhimpunan Dokter Peduli AIDS Indonesia atau yang lebih dikenal sebagai PDPAI, bermaksud akan kembali menyelenggarakan suatu pertemuan ilmiah. Adapun bentuk pertemuan ilmiah ini berupa HIV Clinical Research Meeting, rencananya pada tanggal 30 September dan 1 Oktober 2010 bertempat di aula Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Acara lainnya berupa Workshop NeuroAIDS yang akan diadakan pada tanggal 2 dan 3 Oktober 2010 bertempat di ruang Sena Pratista FKUI.

Pastikan diri Anda terdaftar dalam pertemuan tersebut. Kehadiran Anda akan sangat kami nantikan.

Berikut adalah isi proposal dari kegiatan Clinical Research Meeting 2010 yang akan diadakan oleh PDPAI tersebut.

 

Vaksinasi yang dianjurkan untuk HIV-positif dewasa

Artikel - Ilmiah

Globe-Pokdisus_thumbVaksinasi, atau imunisasi, adalah suntikan yang merangsang ketahanan tubuh kita terhadap infeksi tertentu. Misalnya, sebagian besar orang diimunisasi terhadap beberapa infeksi waktu bayi. Dibutuhkan beberapa minggu setelah disuntik sehingga sistem kekebalan tubuh bereaksi pada vaksin yang disuntikkan.

Sebagian besar vaksin dipakai untuk mencegah infeksi. Tetapi, beberapa yang lain membantu tubuh kita untuk melawan infeksi yang sudah ada. Vaksin ini disebut ‘vaksin terapeutik.’ Ada beberapa vaksin terapeutik sedang diteliti dan diuji coba terhadap HIV.

   

Disertasi: Telaah profil imunologi dan predictor sindrom pulih imun hepatitis C pada pasien HIV

Artikel - Ilmiah

Globe-Pokdisus_thumb_thumbDisertasi Doktor dr Evy Yunihastuti SpPD, Rabu, 3 Maret 2010

Abstrak

Latar belakang

Banyaknya kasus HIV dengan koinfeksi HCV menghadapkan pada kemungkinan fenomena imunopatologis setelah pemberian antiretroviral kombinasi yang disebut sindrom pulih imun HCV. Namun, karena minimnya penelitian yang ada, hingga saat ini pathogenesis dan predictor sindrom pulih imun hepatitis C tidak banyak diketahui.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan insidens dan gambaran klinis, menganalisis profil imunologi dan jumlah HCV-RNA pada sindrom pulih imun hepatitis C, serta menganalisis predictor sindrom pulih imun hepatitis C.

 

Tatalaksana Antiretroviral pada HIV dan AIDS

Artikel - Ilmiah

Globe-Pokdisus_thumbPenatalaksanaan HIV/AIDS termasuk terapi ARV (ART) dimaksudkan untuk menghambat replikasi virus.Terdapat empat kelas antiretroviral (ARV) yang tersedia untuk pengobatan HIV.

1. Nukleosida Reverse Transcriptase Inhibitor (NRTIs)

Target obat golongan ini adalah enzim reverse transcriptase. Sebagai substrat alternatif, berkompetisi dengan nukleosida fisiologis. Stavudin(d4t) dan zidofudin (AZT) analog timidin sedangkan Zalcitabine (ddC), emtricitabine (FTC), dan lamivudine (3CT) analog cytidine.

   

Halaman 1 dari 5

Login Member

Selamat datang. Silahkan login atau daftar baru.



Jadwal Pelayanan

Silahkan klik untuk melihat jadwal pelayanan Pokdisus AIDS
Baner

Statistik sejak 01-11-09

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter

IP Anda: 38.107.191.82

Login Member Situs