Latar Belakang:
Kelainan jantung merupakan salah satu manifestasi klinik dari infeksi HIV/AIDS. Di Indonesia orang dengan HIV/AIDS sebagian besar berusia muda dan dalarn usia produktif Adanya kelainan jantung pada orang dengan HIV/AIDS akan meningkatan angka morbiditas dan mortalitas pada orang dengan HIV/AIDS. Penelitian mengenai Gambaran kelainan jantung pada orang dengan HIV/AIDS di Indonesia belum banyak dilaporkan. sehingga diperlukan penelitian mengenai kelainan j antung pada orang dengan HIV/AIDS
Tujuan:
Mengetahui profil ekokardiogafik dan prevalensi kelainan. jantung pada orang dengan HIV/AIDS
Metodologi:
Studi potong lintang deskriptif pada orang dengan HIV / AIDS yang berobat di Pokdisus RSCM.
Hasil Penelitian:
Selarna periode Juli‑Oktober 2008, diperoleh 100 subyek penelitian. Subyek berada pada rentang usia 22‑45 tahun dengan. kelompok usia 2029 tahun sebanyak 59% dan 80% subyek berjenis kelarnin laki‑laki. Rute penularan melalui IDU 65%, subyek yang belum mendapat terapi antiretroviral 50%, subyek dengan lama infeksi lebih dari 5 tahun 69%. Abnormalitas ekokardiografik pada subyek sebanyak 8 1 %. Profil abnormalitas ekokardiografi antara lain disftmgsi diastolik 56%, Efusi pericardium 15%, Regurgitasi Trikuspid 14%, regurgitasi mitral 13 %, disftmgsi sistolik I I%, vegetasi I I%, prolaps katup tricuspid dan mitral 7%, dilatasi ruang‑ruang jantung 17%, hipertrofi ventrikel kiri 4%, hipertensi pulmonal 1%.
Kesimpulan:
Profil ekokardiografik pada penelitian ini adalah disfungsi diastolik 56%, Efusi pericardium 15%, Regurgitasi Trikuspid 14%, regurgitasi mitral 13%, disftmgsi sistolik I I%, vegetasi 11 %, prolaps katup tricuspid dan mitral 7%, dilatasi ruangruang jantung 17%, hipertrofi ventrikel kiri I %, hipertensi pulmonal I %.
Kata kunci : ekokardiografi, HIVIAIDS
Trackback(0)
TrackBack URI for this entryKomentar (0)
Tulis Komentar







